KITA BELAJAR QIYAS DAN IJMA DARI IBLIS

Khutbah Jumat di Masjid As-Sunnah Buntok pada tanggal 25 Juni 2010


oleh : Syamsuddin Rudiannoor


KHUTBAH PERTAMA

Jamaah Jum'at yang berbahagia.
Inilah paling tidak yang ketiga kalinya saya membawakan surah dan ayat yang sama dalam khutbah jum'at namun dengan penekanan yang berbeda-beda. Surah dan ayat dimaksud adalah surah Al A'raf antara ayat 11 sampai 27.

Dalam surah Al A’raf ayat 11 dan 12 Allah berfirman:
11] Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kepada Adam"; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Iblis tidak termasuk mereka yang sujud. [12] Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud diwaktu Aku menyuruhmu?" Iblis menjawab: "Saya lebih baik daripadanya! Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Apa yang dimaksud Allah dalam kedua ayat ini? Pertama, Allah mendeklarasikan ciptaan-Nya yang bernama manusia adalah makhluk terbaik dari seluruh makhluk-Nya sehingga malaikat harus bersujud kepada manusia. Malaikat dan bangsa Jin harus menyungkurkan kapada manusia. Malaikat dan jin harus memuliakan manusia. Nah, kalau manusia diciptakan terbaik dan paling sempurna, lalu kenapa manusia masih saja ada yang berdoa dengan bertawasul kepada makhluk rendahan bahkan kepada kuburan? Kenapa manusia harus menghinakan dirinya? Bertawasul kepada malaikat saja tidak diajarkan, lalu kenapa kita bertawasul kepada orang mati? Kita yang memandikan bangkai itu, kita yang mensholatkannya, kita yang mendoakan bangkai itu, kita kubur dia karena tidak ada gunanya bagi orang yang hidup, lalu kenapa setelah dia dimakan cacing, justru kuburannya kita jadikan kubah keramat untuk bertawasul?

Dalam ayat 12 Allah bertanya kepada iblis tentang alasannya menolak sujud kepada Adam. Apa jawaban iblis? Dia beralasan, juriatnya yang berasal dari api adalah golongan yang lebih mulia daripada tanah. Sombong adalah inti ayat ini. Mengedepankan trah, asal usul atau keturunan bangsawan, darah biru atau keturunan habaib atau asyraf adalah permainan iblis. Suka atau tidak, inilah simbol permusuhan.

Jamaah Jum’at yang berbahagia. Selanjutnya didalam Al A’raf 13 sampai 18 Allah berfirman: [13] Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". [14] Iblis menjawab: "Beri tangguhlah (panjangkan umur ku) sampai waktu mereka dibangkitkan". [15] Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." [16] Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, [17] kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [18] Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa diantara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya".

Apa inti ayat-ayat ini? Sombong! Kesombongan adalah penyebab iblis diusir dari syurga. Sombong ditolak di syurga. Siapa yang menolak syariat Allah pasti diusir dari syurga. Barang siapa sombong tidak akan masuk syurga. Dengan demikian, sombong tidak ditoleransi di syurga. Meskipun sombong tidak akan masuk syurga tetapi jangan lupa, doa makhluk paling sombong yang bernama Iblis itu dikabulkan Allah. Dengan demikian, doa orang sombong dan para penentang syariat bisa saja dikabulkan Allah. Artinya, terkabulkannya doa, tercapainya hajat, bukan jaminan kebenaran. Kebenaran tidak diukur dengan terkabulnya doa atau berhasilnya mencapai cita-cita karena doa dan cita-cita iblis dikabulkan Allah. Maksudnya, apabila doa dan hajat kita ingin segera kabul maka berdoalah secara iblis, bila perlu minta tolong dengan iblis. Lalu apa doa iblis kepada Allah? Itulah doa panjang umur. Allah kabulkan doa ini sehingga doa panjang umur adalah doa iblis yang makbul, tidak akan mati iblis kecuali datangnya hari kiamat. Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya seumur dunia. Begitulah doa panjang umur. Bukan hanya itu, iblis juga memberikan kesempatan dengan doa minta kaya, wirid dan dzikir minta sugih, doa kelimpahan rejeki, pasti semuanya segera dikabulkan iblis asal syaratnya terpenuhi. Maksudnya, tujuan yang tercapai, hajat yang terkabul dan keinginan yang terpenuhi bukan jaminan diridhai Allah karena sangat banyak orang yang sukses karena menipu, sukses dengan sogokan dan berbagai macam cara keji. Kita orang Islam diajarkan mencari keutungan berdagang dengan kejujuran, bukan dengan mengakali timbangan. Islam mengajari kita mendapatkan istri dan anak yang banyak dengan menikah, walau pun antara yang menikah dengan yang berzina sama saja memperoleh anak. Pendek kata, siapa pun yang berusaha meraih sukses dengan cara Islam maka dia akan meraihnya bersama keridhaan Allah dan siapapun yang meraihnya secara iblis maka dia pun meraihnya bersama kemurkaan Allah. Maling, rampok atau begal yang profesional pasti berhasil mendapatkan rezeki dunia tetapi tidak akan memperoleh rezeki syurga.

Jamaah Jum’at yang mudah-mudahan memperoleh rahmat dari Allah Sub-haanahu wa Ta’ala. Dalam surah ke 19 Allah berfirman:[19] (Dan Allah berfirman): "Wahai Adam, bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang dzalim".

Didalam ayat ini Allah mewasiatkan kepada Adam dan istrinya sebuah syariat yaitu: “Menetap hidup disyurga dengan suka cita, bebas memakan makanan dan meminum apa saja makanan syurga yang disukai namun dengan satu larangan, yakni: JANGAN MENDEKATI POHON TERTENTU”, yang berakibat menjadi orang dzalim. Apa makna ayat ini? Di syurga sekali pun tetap saja berlaku syariat Allah, yakni satu perintah bertempat tinggal di syurga dengan seluruh kenikmatannya, namun disisi lain harus menjauhi satu larangan-Nya. Tapi apa yang terjadi? Perintah syariat dilaksanakan, yaitu tinggal di syurga dengan segala makan minum yang penuh kenikmatan, namun larangan justru dilanggar, yakni jangan mendekati pohon. Mari perhatikan rangkaian ayat-ayat selanjutnya, ayat 20 sampai 22.

[20] Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu aurat dan setan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal". [21] Dan setan pun bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk memberi nasihat kepada kamu berdua", [22] maka setan membujuk keduanya dengan nasihat tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Apa benang merah ayat-ayat diatas? Ayat 20 menerangkan dengan tegas bahwa bisikan setan merupakan faktor penting penyesatan manusia. Bisikan setan membuat mata menjadi gelap sehingga sangat mampu merubah syariat menjadi mudharat, merubah tipu daya menjadi janji kemenangan, bahkan merubah larangan menjadi perintah. Iblis mampu merubah dirinya dari musuh Adam menjadi penasehatnya sehingga Adam menuruti nasehat tim suksesnya. Begitu Adam sudah merasai buah pohon larangan, terbuktilah janji palsu iblis hanyalah dusta yang indah. Maka benarlah firman Allah yang haq. Tetapi karena sudah terlanjur percaya kepada pemutar-balikan fakta, iblis pun meraih sukses. Maka Allah berfirman: "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" Intinya, percaya kepada janji palsu dan nasihat iblis berakibat penolakan kepada syariat Islam. Ayat ini menunjukkan sangat berbahayanya bisikan setan yang bernama qiyas. Iblis yang pertama kali membuat qiyas maka dengan qiyas itulah manusia-manusia akan disesatkan. Makanya, janganlah sekali-kali kamu mendekati pohon itu nanti kapohonan.

Disamping iblis telah mencontohkan Qiyas kepada Adam, ayat 22 juga mencontohkan timbulnya Ijma' yaitu kesepakatan antara Adam, istrinya dan Iblis untuk melawan syariat Islam. Oleh karena itu siapa pun yang berkata ada ijma' untuk menentang ayat-ayat Allah maka dia adalah Iblis Pendusta. Haram bagi muslimin mengadakan ijma' atau berkoalisi dengan iblis. Contohnya, ketika dengan tegas Allah mengatakan jilbab adalah pakaian wajib bagi muslimah malah ada yang mengatakan jilbab hanyalah selembar kain. Kenapa begitu? Karena koalisi lebih penting dari pada ayat-ayat Allah. Kenapa koalisi? Karena berkhianat adalah kunci sukses yang paling gampang!



KHUTBAH KEDUA

Jamaah Jum’at yang berbahagia.
Firman Allah didalam surah Al A’raf ayat 20 sampai 22 dengan tegas memaparkan usaha keras setan menyesatkan manusia dengan cara [20] ”membisikkan pikiran jahat kepada Adam dan istrinya. Apa nasihat iblis kepada manusia? Dibujuklah Adam dan istrinya untuk menampakkan atau membuka aurat mereka. Dalam hubungan bujuk rayu dan nasihat iblis ini setan telah melakukannya dengan membuat qiyas atau pemutatar-balikan fakta. Berkata iblis: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal". [21] Dan setan pun bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk memberi nasihat kepada kamu berdua", [22] maka setan membujuk keduanya dengan nasihat tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Coba perhatikan, teknik pemutar-balikan fakta, qiyas, bersumpah untuk meyakinkan nasihat, adalah teknik penyesatan setan sebagai propagandis terhebat di dunia. Sekarang tinggal kita, apakah kita percaya kepada ayat-ayat Allah ataukah lebih percaya kepada janji-janji manis iblis dalam segala bentuknya?

Seterusnya Allah berfirman didalam surah Al A’raf ayat 23 sampai 27: [23] Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".[24] Allah berfirman: "Turunlah kamu, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan di muka bumi sampai waktu yang ditentukan". [25] Allah berfirman: "Di bumi kamu hidup dan di bumi pula kamu mati, dan dari bumi itulah kamu akan dibangkitkan”. [26] ”Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang sedemikian itu adalah sebahagian dari ayat-ayat Allah, mudah-mudahan kamu selalu ingat”. [27] “Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagai mana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Setan itu telah menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu wali-wali bagi orang-orang yang tidak beriman”.

Kesimpulannya, siapa pun yang lebih percaya kepada janji-janji iblis, percaya kepada qiyas Iblis lalu ijma' dengannya dari pada ayat-ayat Allah maka tunggu saja hukumannya. Harus diingat, hukuman dan azab Allah sangat keras lagi sangat pedih tiada bandingannya.

Buntok, 10 Juni 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERIPIK JAMUR "KULAT KURIKIT"

Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Islam

SALUANG MUDIK