Postingan

SALUANG MUDIK

Gambar
Dalam minggu ini, tatkala paras air sungai naik meninggi, terjadilah tradisi alami di sungai Barito. Apa itu? Keadaan air yang sedang menayap menciptakan siklus kehidupan ikan yang patut dinikmati dan disyukuri. Inilah yang disebut Saluang Murik atau ikan saluang mudik massal ke hulu sungai. Peristiwa ini mirip dengan tradisi ikan Salmon yang bermigrasi dari laut asin menuju hulu sungai air tawar untuk bertelur dan menetaskan anaknya. Intinya.., inilah tradisi makhluk Tuhan berkembang biak meregenerasi spesies -nya. . Kondisi manau saluang tatkala kejadian saluang murik ini membawa berkah tersendiri bagi penduduk tepian sungai Barito. Saat itulah orang-orang kampung mahaup atau mahancau atau menjaring ikan saluang yang menghasilkan jutaan ekor. Saking begitu banyak hasil tangkapan, ikan pun diobral kepada siapa pun yang mau membeli seharga Rp 5 ribu per ember. Alhamdulillah, Buntok sedang pesta saluang murik. . Allah Ta'ala memang tuhan ya...

KERIPIK IWAK BENANGIN

Gambar
IKAN KECIL MELIMPAH . Dalam tulisan terdahulu berjudul "SALUANG MUDIK" , telah dipaparkan fenomena alam tatkala paras air sungai Barito naik meninggi. Kondisi air yang sedang menayap itu menciptakan siklus kehidupan ikan yang patut dinikmati dan disyukuri. Inilah yang disebut Saluang Murik atau ikan saluang mudik massal ke hulu sungai. Peristiwa ini mirip dengan tradisi ikan Salmon yang bermigrasi dari laut asin menuju hulu sungai air tawar untuk bertelur dan menetaskan anaknya. Intinya.., inilah tradisi makhluk Tuhan berkembang biak meregenerasi spesies -nya. . Kondisi manau saluang murik ini membawa berkah tersendiri bagi penduduk tepian sungai Barito. Saat itulah orang-orang kampung mahaup atau mahancau atau menjaring ikan saluang yang menghasilkan jutaan ekor. Saking begitu banyak hasil tangkapan, ikan pun diobral kepada siapa pun yang mau membeli seharga Rp 5 ribu per ember. Alhamdulillah, Buntok sedang pesta saluang murik. . IKAN...

CARA MEMBELI BUKU-BUKU LOKAL PRODUKSI BARITO RAYA PRO

Gambar
UCAPAN TERIMA KASIH Pertama sekali diucapkan terima kasih kepada khalayak yang telah membeli buku-buku kami, baik yang langsung datang ke toko SIMPANG, Jalan Panglima Batur 7 Buntok, Kalimantan Tengah, maupun yang dikirim melalui kiriman paket. Intinya, semoga buku yang dibeli bermanfaat secara maksimal, terutama bagi mahasiswa di pulau Jawa yang memanfaatkannya sebagai referensi penulisan. . BUKU-BUKU LOKAL PRODUKSI BUNTOK MASIH TERSEDIA Barsel Promo Buntok sampai saat ini masih memasarkan buku-buku lokal sebagai berikut:  . 1) Sejarah Kalimantan Tengah I berjudul NAN SARUNAI USAK JAWA (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa), tebal 89 halaman, harga Rp. 30.000,- . Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 15.000,- . . 2)  Sejarah Kalimantan Tengah II berjudul GIGIR GAMPAR BARITO RAYA , Amuk 1860-1905 , tebal 171 halaman, harga Rp. 60.000, -. Pesan dari luar kota tambah ongkos kirim Rp. 20.000, - . 3). Wayang Kalteng berj...

HEBOH FOTO "EKSTRIM KULINER" KALBAR...?

Gambar
Pemberitaan oleh http://m.tribunnews.com/nasional/2015/01/11/foto-pembantaian-monyet-diduga-di-kalimantan-mendapat-kecaman-netizen pada Minggu, 11 Januari 2015 13:26 WIB dengan judul " Foto Pembantaian Monyet Diduga di Kalimantan Mendapat Kecaman Netizen", menunjukkan adanya kehebohan. Foto pembantaian belasan monyet dengan sadis itu mendapat kecaman dari para netizen. Foto tampak berada di antara satu perkampungan atau hutan.  . Dalam foto terlihat empat pemuda asyik sembelih monyet dan diposting akun Facebook Chen Yu Liang pada satu di antara group tertutup komunitas tertentu, Sabtu (10/1/2015) malam. Dalam postingan Chen Yu Liang memasang status "Siapa Yang Binatang? | Manusia Lebih Binatang...! Dan kasus Pembantaian makhluk ini diduga terjadi di Kualan - Balai Bekuak - Simpang Hulu Ketapang - Kalimantan Barat ." Alhasil, dalam waktu tidak sampai dua jam postingan tersebut mendapatkan 93 likes dan sebanyak 97 komentar. Umumnya komentar be...

MAKAN SAYUR ROTAN "JUHU HUMBUT UWEI"

Gambar
RINDU LAUK KAMPUNG Karena rindu memasak sayur kampung maka pergilah ke pasar sore "Jelapat" Buntok. Tanpa banyak bicara langsung membeli umbut rotan, tebu telor, kacang palisah, daun waluh dan waluh merahnya sekalian. Kenapa sayur begini pilihannya? Karena inilah yang sedang ada di pasar. . Kata orang kampung, rotan yang umbutnya dibeli adalah Biungan (Calamus polystachyis Becc). Ukuran umbutnya sebesar ibu jari kaki, tidak pahit dan rotan ini merupakan rotan terbesar. Salah satu manfaat biungan sebagai bahan pembuat kaki kursi rotan.  . Pilihan ikan yang ada dan pas saat itu adalah ikan cacili, belut dan pentet (lele alas). Cacili adalah ikan sungai yang mirip belut tetapi punggungnya berduri. Akhirnya diambil ikan yang paling kenyal: cacili. Ikan ini nantinya dijadikan ikan panggang. . JUHU HUMBUT BIUNGAN Setelah ikan dibersihkan, dilumuri perasan limau lalu diberi garam yang bercampur kunir. Ikan dipanggang sampai setengah matang. ...

INILAH NASIB UNIK KAMPUNG TERAPUNG "BAMBALER"

Gambar
DUSUN BAMBALER Bambaler adalah dusun nelayan di atas sungai Maliau. Dusun ini merupakan kampung terapung yang semua rumah penduduknya merupakan "lanting" atau rumah mengambang di atas air.  .  Dusun ini penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap. Karena tidak semua tangkapan ikan dari sungai dan danau bisa langsung di jual maka dipeliharalah ikan itu di keramba yang berada di sekitar lanting. . Jarak dari Buntok, ibukota kabupaten Barito Selatan ke Bambaler ditempuh melalui perjalanan sungai selama 30-45 menit dengan speedboat atau sekitar 1 jam dengan kelotok. Perjalanan sangat tergantung debit air sungai Maliau sehingga masa tempuh relatif. . Penduduk Bambaler seratus persen suku Dayak Bakumpai dan berama Islam. Tidak jauh dari Bambaler (10 menit) terdapat desa Madara dan danau Madara yang penduduknya Dayak Maanyan dan beragama mayoritas Kristen.  . NASIB ANAK-ANAK SEKOLAH Pemerintah kabupaten ...

KUNJUNGAN MAHASISWA JERMAN

Gambar
Sekretaris Barsel Promo, MAIDI, menerima kunjungan dua mahasiwa berkebangsaan Jerman. Keduanya sedang melaksanakan penelitian guna menyelesaikan disertasi (tesis) S-3 di Universitas Oxford. Kedatangan mereka diantar beberapa rekan komunitas pecinta satwa dari Palangka Raya. . Seorang mahasiswa melakukan penelitian tentang anggrek asli dan yang lainnya meneliti ular derik Kalimantan (viper Borneo) di desa Sanggu. Penilitian dilakukan pada Rabu malam tanggal 25 Januari 2015. . Dari fakta ini timbul gelitik di hati, bisakah anggrek dan satwa yang masih ada di hutan bisa bertahan dari kepunahan padahal ancaman yang terjadi sangat besar? Perhatikan ...., cukup besar perhatian orang asing terhadap alam Kalimantan, kenapa kita tidak memperhatikannya? Bagai mana kalau hutan dan kekayaannya habis dalam waktu dekat padahal kita bisa menyelamatkannya? . Terus terang, dari berbagai hewan liar tangkapan masyarakat, kami hanya berani membeli ular, buru...