Postingan

13 Polisi Afghanistan Membelot ke Taliban

Gambar
  Rabu, 25 Jul 2012 FARAH, AFGHANISTAN  (voa-islam.com) – Para pejabat di Afghanistan mengatakan seorang komandan polisi dan 12 polisi muda membelot ke Taliban setelah meracuni tujuh orang temannya. Para pejabat di provinsi barat Farah mengatakan pada 24 Juli bahwa komandan tersebut, yang dikenal sebagai Mirwais, bertanggung jawab atas sebuah pos pemeriksaan di distrik Bala Boluk ketika ia dan unitnya membelot ke Taliban dan menyerahkan banyak peralatan dan senjata, termasuk kendaraan militer . Para pejabat mengatakan tujuh polisi lainnya rupanya diracun karena mereka menolak untuk bergabung dengan Taliban. Semua dari mereka yang keracunan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan dan kondisi mereka belum jelas. Para pejabat mengatakan pembelotan itu merupakan kali pertama polisi Afghanistan telah bergabung dengan pejuang Islam Taliban dengan membawa serta begitu banyak senjata dan peralatan bersama mereka. ...

Suaminya Dipenjara Ummu Fadhil Kerja Pas-pasan, Terlantar dan Diusir Warga

Gambar
JAKARTA (idc.voa-islam.com) –   Menegakkan kalimatul haqq bukanlah perjalanan yang selalu indah bertabur bunga, namun penuh onak dan duri. Berbagai ujian dan cobaan pasti akan dialami oleh mereka yang berada di atas perjuangan suci untuk mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah. Ujian berat itulah yang kini dialami Ummu Fadhil. Tanpa pendampingan suami di sisiknya, ummahat paruh baya ini harus menjalani kerasnya perjuangan hidup. Sang kepala keluarga yang selama ini menjadi sandaran nafkah, kini menjadi tawanan rezim di balik terali besi, karena perjuangannya menegakkan Islam dianggap bertentangan dengan sistem thaghut. Ummu Fadhil tinggal di sebuah perkampungan padat penduduk di bilangan Kota Bambu Jakarta Barat. IDC.voa-islam.com harus menyusuri lorong gang yang sangat sempit untuk mewawancarainya, Selasa siang (20/3/2012). Dengan sepenuh kesedihan, ia mengisahkan kronlogis penangkapan suaminya. Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB,...

Korban Pembantaian “Muslim Rohingya” Capai 6000 Jiwa

Gambar
Posted by KabarNet pada 19/06/2012   BURMA – Kekerasan di desa-desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan) di Burma (Myanmar), meliputi pembunuhan, penjarahan, pembakaran, penangkapan masih berlangsung. Badan-badan internasional, seperti PBB, masih tak berdaya menghadapi sekelompok etnis Buddha yang didukung pasukan gabungan ‘keamanan’ Rakhine. Ribuan Muslim Rohingya telah gugur akibat dibantai oleh etnis Rakhine secara brutal. Puluhan ribu lainnya menjadi tunawisma dan sedang menderita kelaparan dan pengobatan di Arakan. Media-media Burma yang pro-Rakhine telah menyebarkan propaganda terkait Muslim Rohingya. Mereka menggambarkan bahwa Muslim Rohingya adalah teroris dan yang membunuh serta membakar rumah-rumah etnis Buddha Arakan. Salah satu bukti bahwa orang-orang etnis Rakhine-lah yang melakukan kekerasan adalah bisa dilihat dari pakaian mereka yang memakai pakaian khas Buddhis atau celana pendek. Perlu diketahui bahwa kebanyaka...

Amnesty: Pembantaian Muslim Rohingya Berlanjut

Gambar
TEMPO.CO , Yangoon - Ibadah Ramadan tak bisa dilakukan dengan tenang oleh etnis Rohingya, minoritas muslim di Myanmar. Kekerasan komunal terus berlangsung di Myanmar barat, enam minggu setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat.  Amnesty International mengklaim minoritas muslim Rohingya dipukuli, diperkosa, dan dibunuh. Kelompok hak asasi ini menuduh pasukan keamanan dan etnis Buddha Rakhine melakukan serangan baru terhadap Rohingya yang dianggap sebagai orang asing oleh mayoritas etnis dan disangkal kewarganegaraannya oleh pemerintah karena menganggap mereka pemukim ilegal dari negara tetangga Bangladesh. Setelah serangkaian pembunuhan sejak akhir Mei, pertempuran berdarah menyebar dengan cepat di banyak negara bagian Rakhine di pesisir Myanmar. Pemerintah mengumumkan keadaan darurat pada tanggal 10 Juni, mengirim pasukan untuk memadamkan kerusuhan dan melindungi masjid dan biara-biara. Pihak berwenang mengatakan sedikitn...

Arab Saudi Jumat Mulai Puasa, Pemerintah Tunggu Hilal

Tribun Jogja - Kamis, 19 Juli 2012 04:38 WIB                             TRIBUNJOGJA.COM, MAKASSAR -    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama se-Indonesia, belum menetapkan jadwal 1 Ramadan 1433 Hijriyah untuk disesuaikan dengan penanggalan masehi. Di Arab Saudi, komite ulama kerajaan, sudah menetapkan 1 Ramadan 1433 Hijriyah, bertepatan dengan kalendar masehi, Jumat (20/7/2012). Anggota Dewan Ulama Senior Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Abdullah Al-Manie, seperti dilansir Arab News dan kantor berita Arab Saudi (Saudi Press Agency) mengumumkan, awal puasa atau waktu menahan (imsakiyah) serentak dimulai hari Jumat (20/7/2012). Selain awal Ramadan, seperti tahun-tahun sebelumnya, ulama kerajaan juga melansir 1 Syawal 1433 H (Idul Fitri), jatuh pada 19 Agustus 2012, dan Idul Adha 26 Oktober 2012. Senior Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bulan puasa Ramada...

Hisab dan Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal

Kaum muslimin diperintahkan Allah untuk mengikuti dan mencontoh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam seluruh syari’atnya. Demikian pula yang berkaitan dengan penentuan ibadah besar seperti puasa Ramadhan, Idul Fithri dan haji. Oleh karena itu Rasulullh secara tegas mengajarkan cara penentuannya dengan rukyat hilal (melihat hilal) dengan mata dan bila terhalang mendung atau yang sejenisnya maka dengan cara menyempurnakan bulan sya’ban 30 hari untuk Ramadhan atau Ramadhan 30 hari untuk Syawal [1]. Demikianlah contoh dan ajaran Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam permasalahan ini, sehingga hukum berpuasa Ramadhan dan berbuka dari bulan Ramadhan bergantung kepada rukyah hilal. Tidak berpuasa kecuali dengan melihatnya dan tidak berbuka dari Ramadhan kecuali dengan melihatnya langsung dan seandainya melihat dengan alat teropong dan alat-alat yang dapat memperjelas penglihatan maka itu dianggap sebagai penglihatan dengan mata [2] Rukyah (melihat hil...

Demi fulus, Warga Petamburan Mengikuti Tarhib Ramadhan “Pesanan BNPT”

Gambar
      JAKARTA (VoA-Islam) – Sekitar pukul 13.30 WIB, puluhan warga Petamburan, dari ibu-bu, bapak-bapak, remaja hingga anak-anak, berbondong-bondong menuju Masjid Jami al-Islam, Petamburan II, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ketika ditanya Voa-Islam ihwal kehadirannya ke masjid, beberapa warga mengaku tidak tahu menahu maksud dan tujuannya. Sebagian warga mengatakan, bahwa mereka disuruh Ketua RT (Pak Rahman) untuk berkumpul di masjid ba’da shalat zuhur, tepatnya pukul 13.30 WIB. Rupanya, Siang tadi, Selasa (17/7) warga diajak RT setempat (Rt 13/3) untuk mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Jami al-Islam, Jl. Petamburan II, Tanah Abang, dengan tema “Dengan Semangat Ramadhan: Mari Kita Jauhkan Umat Islam dari Faham-faham Radikal dan Jadikan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin Bagi Seluruh Umat.” Acara ini diselenggarakan oleh Jaringan Insan Muda Indonesia bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hadir sebagai pembicara, KH. ...